y_nuurul_aiin' blog

Pengalamanku yang menginspirasi

Nama: Peni Fitria R.

NRP: G54100049

Perjalanan kisahku bermula ketika aku mulai pindah sekolah di sebuah kota kecil. Aku mulai kenal dengan Fey. Dia tetanggaku dan berumur sama denganku. Namun aku dan dia tidak satu sekolahan.

Waktu semakin berjalan, di kota baru aku memiliki teman banyak. Begitu juga dengan prestasi belajarku selalu mendapat nilai bagus. Orang tuaku tidak begitu membanggakan diriku. Mereka selalu mengajariku rendah hati dan tidak sombong. Fey teman mainku juga termotifasi oleh diriku.Ketika kami bermain selalu diselingi dengan belajar. Akhirnya kami sama-sama berprestasi di sekolah kami masing-masing.

Hingga pada akhirnya aku dan dia mulai masuk sekolah menengah pertama. Kami satu sekolah meskipun bukan satu kelas. Waktu itu aku duduk di kelas favorit sedangkan dia di kelas biasa. Kami benar-benar berjuang keras untuk berprestasi. Ketika semester akhir kelas VII aku dan dia sama-sam dapat peringkat satu. Setelah itu aku dan dia satu kelas yang favorit. Aku duduk bersebelahan dengannya. Kami pun mulai bersahabat. Sampai terakhir di kelas tiga aku selalu unggul dengannya. Dari sinilah muncul rasa-rasa iri yang berlebihan. Aku pun menyadari itu. Terlalu sering keluarganya memojokkan keluargaku. Bahkan begitu sering ibuku menangis gara-gara tetanggaku yang menyalahkan diriku.

Sebenarnya awal SMA orang tuanya Fey ingin menjauhkan dariku. Sebenarnya Fey begitu baik denganku namun orang tuanya yang sering berprasangka buruk padaku. Meskipun aku djauhkan dari Fey,namun aku merasa aku dan dia sudah memiliki ikatan batin. Apa yang aku kerjakan dan dia kerjakan meskipun kita berbeda ruang tetap menghasilkan pemikiran yang sama. Bahkan, untuk mencari ide kreatif setiap individu aku salalu sama dengannya, padahal kami tak pernah komunikasi. Aku mulai tertekan dengan semua ini, dan aku pun berfikir dia juga merasakan hal yang sama denganku.

Hingga akhirnya, ketika aku memutuskan untuk kuliah jauh di luar kota. Maka itu adalah awal aku melepaskan persaingan ketatku itu. Bukan maksudku untuk kabur dari masalah. Namun ini demi kebaikan semua. Dia sekarang dibanggakan oleh orang-orang di sekitarku. Dia menggantikan posisiku. Biasanya aku seorang pemimpindan dia bawahanku, semua tlah berpaling. Dia jadi pemimpin. Dia juga kuliah sambil bekerja. Meskipun dia sedikit lebih maju dariku,namun aku tetap yakin perjuanganku yang lama di kota orang akan menghasilkan kesuksesan.

Terakhir aku yakin dia adalah sahabat sejati yang akan menjadi  menjadi pesaing sportifitasku. Tanpa dia tentu aku tak akan seperti sekarang. Tanpa dia aku tak akan punya pesaing sejati. Tanpa dia aku tak akan pernah merasakan punya saudara kembar. Tanpa dia hidupku tak akan berwarna. Terimakasih sahabatku atas goresan cerita yang kita ukir bersama. Aku yakin kita akan berjalan berdampingan dengan kesuksesan kita masing-masing.

Biografi Tokoh yang Menginspirasiku

Nama : Peni Fitria R.

NIM     : G54100049


Fatimah Az-zahra

Fathimah Az-Zahra` a.s. adalah putri keempat pasangan Rasulullah SAW dan Khadijah Al-Kubra. Julukannya antara lain az-zahra`, ash-shiddiiqah, ath-thaahirah, al-mubaarakah, az-zakiah, ar-radhiah, al-mardhiah, al-muhaddatsah dan al-batuul. Mayoritas sejarawan Syi’ah dan Ahlussunnah menetapkan bahwa ia lahir di Makkah pada tanggal 20 Jumadits Tsani 5 H.. Akan tetapi, sebagian yang lain menyatakan bahwa hal itu jatuh pada tahun 3 H, dan kelompok ketiga menetapkannya pada tahun 2 H. Salah seorang sejarawan dan ahli hadis dari kalangan Ahlussunnah menyatakan bahwa kelahirannya jatuh pada tahun 1 H.

Fathimah a.s. dididik disebuah rumah kenabian dan tempat turunnya wahyu. Rumah tempat kelahiran kelompok pertama yang beriman kepada keesaan Allah dan dengan tegar memegang iman mereka. Rumah itu adalah satu-satunya rumah dari sekian banyak rumah di jazirah Arab yang dari dalamnya berkumandang suara ‘Allahu Akbar’, dan Fathimah a.s. adalah satu-satunya anak wanita yang mengalami kehangatan semacam itu.

Setelah menikah dengan Amirul Mukminin Ali a.s., ia dikenal sebagai seorang wanita figur di sepanjang sejarah. Dalam kehidupan berumah tangga ia adalah seorang wanita figur, dan dalam beribadah kepada Allah ia juga dikenal sebagai wanita teladan. Setelah selasai dari semua kewajiban sebagai ibu rumah tangga, ia dengan penuh khusyu’ dan rendah hati beribadah kepada Allah serta berdoa untuk kepentingan orang lain.

Kaum muslim merasa gembira atas perkawinan Fathimah dan Ali bin Abi Thalib, setelah setahun menikah lalu dikaruniai anak bernama Al- Hasan dan saat Hasan genap berusia 1 tahun lahirlah Husein pada bulan Sya’ban tahun ke 4 H. pada tahun kelima H ia melahirkan anak perempuan bernama Zainab dan yang terakhir benama Ummu Kultsum.

Rasulullah mengungkapkan rasa cintanya kepada putrinya takala diatas mimbar:” Sungguh Fatimah bagian dariku , Siapa yang membuatnya marah bearti membuat aku marah”. Dan dalam riwayat lain disebutkan,” Fathimah bagian dariku, aku merasa terganggu bila ia diganggu dan aku merasa sakit jika ia disakiti.”.
Takala 6 bulan sejak wafatnya Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam, Fathimah jatuh sakit, namun ia merasa gembira karena kabar gembira yang diterima dari ayahnya. Tak lama kemudian iapun beralih ke sisi Tuhannya pada malam selasa tanggal 13 Ramadhan tahun 11 H dalam usia 27 tahun.

Aku memilih Fatimah azzahra sebagai tokoh yang menginspirasi buat diriku karena Fatimah memiliki banyak julukan, julukannya yang paling masyhur adalah Az Zahra yang artinya bercahaya,berkilau. Ulama berbeda pendapat dalam sebab dijulukinya Az Zahra, ada yang mengatakan karena Fatimah adalah bunga Rasulullah, yang lain mengatakan karena fatimah berkulit putih, pendapat ketiga mengatakan karena apabila fatimah beribadah dalam mihrabnya (musholah) maka cahayanya menerangi mahkluq yang ada di langit seperti halnya cahaya bintang menerangi makhluq yang ada di bumi. Selain Az Zahra, fatimah mendapat julukan Ash Shiddiqah (orang yang percaya), Al Mubarakah, At Thahirah, Az Zakiyyah, Ar Radhiyah, Al Murdhiyyah.

Di samping julukan-julukan di atas, Fatimah mendapat julukan Al butul, sebagaimana Siti Maryam mendapat julukan tersebut. Yang dimaksud dengan al butul di sini adalah memutuskan hubungan dengan dunia untuk beribadah kepada Allah.

Begitu banyak teladhan yang kuperoleh dari Fatimah Azzahra sebagai sosok wanita sempurna.